FFWI menyediakan 30 Piala

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI tahun 2021 akan menyediakan 30 piala bagi para pemenang dan piala khusus. “Banyaknya piala ini sekaligus menjadi salah satu pembeda  FFWI dengan berbagai festival film lainnya,” kata ketua panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, di Jakarta, Senin (12/7).

FFI 2021 dengan 4 Kategori Baru

Festival Film Indonesia (FFI) 2021 mengusung tema Sejarah Film dan Media Baru dengan subtema Beralih Masa Bertukar Rasa Film Indonesia.Reza Rahadian sebagai Ketua Komite FFI menjelaskan bahwa sejarah film Indonesia merupakan perjalanan karya yang perlu diingat untuk jadi bahan renungan bersama. "Jadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi pelaku tapi juga seluruh ekosistem perfilman dalam pencapaian film Indonesia di era berkembangnya media baru saat ini," ujar Reza dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Tags: 

FFI 2021 dorong Usmar Ismail Pahlawan Nasional

 Festival Film Indonesia (FFI) 2021 akan disertai gong pengusulan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional.

FFI 2021 Momentum Mengusulkan Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional

 

Hari Film Nasional 2021

Hari Film Nasional dan Riwayatnya

Hari Film Nasional (HFN) 30 Maret, ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No 25 tahun 1999 semasa Presiden Habibie. Mengenai perlunya penetapan HFN, telah  disuarakan masyarakat perfilman sejak 1960-an; kemudian ditetapkan oleh Dewan Film Indonesia (1962).  Dalam usulan itu, berbagai rujukan bermunculan; bukan hanya mengacu pada syuting hari pertama film Darah dan Doa (Usmar Ismail) pada 30 maret 1950, yang akhirnya menjadi dasar keputusan negara.

Repertoar HFN 2021

Repertoar HFN 2021; Nyanyian dan Prosa Perfilman

Repertoar HFN, Nyanyan dan Prosa Perfilman

Kritiklah Daku, Kau Kutangkap

Di media sosial pekan ini viral ungkapan Kritiklah Daku, Kau Kutangkap, setelah adanya pernyataan dari Penguasa yang  ’menyuruh’ agar  Pemerintah dikritik. Viral ungkapan ini mengadaptasi judul film yang populer tahun 1986 Kejarlah Daku Kau Kutangkap, naskah Asrul Sani, sutradara Chaerul Umam. Pernah dibuat sinetronnya tahun 2002.  Film bertema komedi ini memenangkan Skenario Terbaik FFI 1986 Asrul Sani), serta meraih Piala Bing Slamet sebagai Film Komedi Terbaik.

Bioskop akan menjadi klasik

Bioskop akan menjadi klasik

Revolusi memakan anaknya sendiri, demikian ungkapan yang populer dalam sejarah. Maka begitulah juga revolusi teknologi layanan data (digital) audio-visual. Anak-anaknya, seperti media penyiaran (televisi), media cetak (pers), media pertunjukan (bioskop), segera bertumbangan; dilibas oleh OTT (Over The Top) yang masiv menembus, merembesi, dan membentuk ‘tradisi baru’  seiring masa pandemi corona yang  mengharuskan orang terkarantina, di rumah saja, menghindari kerumunan, menjaga jarak.  

Pages